PERKEMBANGAN MUSIK
Malam
hari ini saya akan membahas sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.
Kemarin-kemarin saya hanya berbicara sedikit dan memerikan link music untuk
kalian unduh semua music yang saya bagikan, tetapi pada malam ini saya akan
memberikan sedikit ilmu pengethuan yang saya kumpulkan dari beberapa eb di
internet. Malam ini saya akan emmahas tentang “SEJARAH MUSIK”. Pasti ada yang
belum tau kan ? Oke langsung saja simak ulasan lengkap yang berhasil saya ambil
dari beberpa web dan saya bagikan untuk kalian disini. Yukk langsung saja
supaya tidak bosan hanya melihat postingan download music kalian aca ulasan
yang saya bagikan malam ini
PERKEMBANGAN MUSIC INDONESIA
Musik istana
yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok,
yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok
kendang,dan kelompok pelengkap.
Masa setelah
masuknya pengaruh Islam
Musik pada masa
ini diperkenalkan olah para pedagang Arab. Alat musik yang mereka pergunakan
berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah kemudian muncul orkes- orkes
gambus di Indonesia hingga sekarang.
Masa
Kolonialisme
Masuknya bangsa
Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik
Indonesia. Para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari
negeri mereka. Seperti biola, cello (selo), gitar, seruling (flute), dan
ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.Pada
masa inilah Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada masa ini para
musisi Indonesia menciptakan sajian music berupa perpaduan musik barat dengan
musik Indonesia. Sajian musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan
masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat,
seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang
banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah
perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan
musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah
berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B.
Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan
unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut
musik etnis.
Ragam Musik Indonesia
Ragam Musik Indonesia
Ragam musik di
Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut,
musik perjuangan, dan musik pop.
A. Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
B. Musik Keroncong
A. Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
B. Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
C. Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
D. Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
E. Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
Penyebaran Musik Barat di Nusantara
Penyebaran musik barat di nusantara,secara selintas bermula dari daerah
indonesia bagian Timur lewat para palaut Spanyol dan Portugis dalam konteks
imperialisme abad XVI.Mereka datang ke indonesia bagian Timur tanpa mengenalkan
musik seni Eropa,tetapi musik rakyat dengan iringan Cavaqinho (ukulele),biola
,gitar dan sebagainya sebagai sarana hiburan para pelaut dan pemukiman sekitar
mereka.Berdansa quadrille, yaitu dansa atau tarian asal
Spanyol (Cuadrilla yang asalnya tentang para penunggang kuda) dengan empat
pasang atau lebih penari,menambah bentuk musik barat bagi kebutuhan
hiburan,dansa, dan band Militer Balanda.Lahirnya kalangan elit indonesia di
masa pra-pernag dunia II yang berorientasi ke Belanda serta adanya beberapa
sekolah guru di jawa juga telah menyebabkan masuknya tradisi musik barat
seperti pemakaian notasi balok lewat piano.
Pada tahun 1930-an,studio-studio
tersebut umunya memiliki orkes musik,ensambel atau combo,penyanyi dan pianis
tetap untuk mengisi agenda siaran radio dengan acara-acara musik serius atau
hiburan yang dilakukan oleh para pemusik profesional asing.
Jenis musik yang pertama kali diproduksi secara domestik melalui cetak elektronik piringan hitam dan film tempo dulu adalah musik hiburan Belanda dan gamelan jawa,Sunda, dan Bali, terutama keraton Surakarta dan Yogyakarta (Puro Paku Alamari dan Mangkunegaran),Istana Klungkung dan peliatan Gianyar,serta gamelan degung dan gending-gending Cianjuran dari tanah priangan.
Tahun 1950-an menjadi titik balik perkembangan musik di indonesia yang sesungguhnya. Tahun-tahun tersebut merupakan awal pembinaan beberapa orang muda indonesia meneruskan pelajaran musi ke luar negeri untuk memperdalam ilmu musik,diantaranya ke Roma ,Amsterdam , London , Brussel , Perancis, Berlin , New York , Tokyo , Moskow , Praha , dan beberapa kota besar lainnya di Eropa.Tahun 1950-an juga merupakan awal dibukanya berbagai pendidikan kesenian dan masuk di indonesia, antara lain Sekolah Musik Indonesia (kemudian AMI,sekarang ISI), Yayasan Pendidikan Musik (YMI) di jakarta (terutama untuk piano), B.I.Guru Musik (kemudian IKIP sekarang UP) di yogyakarta, Malang, Bandung, dan Jakarta.
Generasi akademik tahun 1950-an baru memunculkan sosoknya tahun 1979, melalui Forum Pekan Komponis-Dewan Kesenian Jakarta.Sampai tahun 2001, forum pekan komponis lebih banyak diisi aktifitas para komponis dengan latar belakang musik tradisi dari budya etnik Sunda, Jawa, Bali, dan Minang.
Jenis musik yang pertama kali diproduksi secara domestik melalui cetak elektronik piringan hitam dan film tempo dulu adalah musik hiburan Belanda dan gamelan jawa,Sunda, dan Bali, terutama keraton Surakarta dan Yogyakarta (Puro Paku Alamari dan Mangkunegaran),Istana Klungkung dan peliatan Gianyar,serta gamelan degung dan gending-gending Cianjuran dari tanah priangan.
Tahun 1950-an menjadi titik balik perkembangan musik di indonesia yang sesungguhnya. Tahun-tahun tersebut merupakan awal pembinaan beberapa orang muda indonesia meneruskan pelajaran musi ke luar negeri untuk memperdalam ilmu musik,diantaranya ke Roma ,Amsterdam , London , Brussel , Perancis, Berlin , New York , Tokyo , Moskow , Praha , dan beberapa kota besar lainnya di Eropa.Tahun 1950-an juga merupakan awal dibukanya berbagai pendidikan kesenian dan masuk di indonesia, antara lain Sekolah Musik Indonesia (kemudian AMI,sekarang ISI), Yayasan Pendidikan Musik (YMI) di jakarta (terutama untuk piano), B.I.Guru Musik (kemudian IKIP sekarang UP) di yogyakarta, Malang, Bandung, dan Jakarta.
Generasi akademik tahun 1950-an baru memunculkan sosoknya tahun 1979, melalui Forum Pekan Komponis-Dewan Kesenian Jakarta.Sampai tahun 2001, forum pekan komponis lebih banyak diisi aktifitas para komponis dengan latar belakang musik tradisi dari budya etnik Sunda, Jawa, Bali, dan Minang.
Cukup sekian dulu yang dapat saya bagikan malam hari ini, terimakasih atas masukan dan komentar dari agan/sista yang membangun saya supaya isa menjadi lebih baik lagi. Terimakasih pula untuk masukan agar saya tidak hanya memberikan link download music, tetapi juga memerikan pemahaman tentang music itu sendiri. Mulai hari ini saya akan mencoba untuk memposting sesuatu yang berbeda dari seelumnya. Saya juga akan memberikan update tentang music seperti malam ini, jadi tidak sekedar masuk dan download. Sekali lagi terimakasih atas kunjungan kalian di blog sharemusickita.blogspot.com serta jangan lupa memberikan masukan dan saran untuk saya supaya bisa jauh menjadi lebih baik dan mengerti apa yang diinginkan kalian semua. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan ilmu kita. Aamiin












0 komentar:
Posting Komentar